Anak Putus Sekolah

A. PENYEBAB  ANAK PUTUS SEKOLAH

Menurut hasil kajian Sukmadinata faktor utama Anak PS adalah kesulitan ekonomi atau karena orang tua tidak mampu menyediakan biaya bagi sekolah anak-anaknya. Sehingga anak harus berhenti sekolah karena orang tuanya tidak mempunyai uang untuk biaya sekolah anaknya. Disamping itu orang tua juga tidak mau kalau anaknya harus berhenti seekolah.

Orang tua hanya ingin agar anak-anaknya bisa menuntut ilmu dan agar anak bisa meraih cita-citanya. Selain itu, tidak jarang terjadi orang tua meminta anaknya berhenti sekolah karena mereka membutuhkan tenaga anaknya untuk membantu pekerjaan orang tua.

Misalnya didaerah perkotaan, Anak PS di bawah usia bekerja di pabrik-pabrik untuk membantu ekonomi orang tua. Adapun di daerah pedesaan, selain di sektor pertanian dan perkebunan, biasanya Anak PS bekerja di sektor industri kecil, sektor informal, dan perdagangan tradisional.

Secara garis besar, karakteristik Anak PS adalah:

  1. Awal dari tidak tertib mengikuti pelajaran disekolah, terkesan memahami belajar hanya sekedar kewajiban masuk di kelas, dan mendengarkan guru berbicara tanpa diikuti dengan kesungguhan untuk mencerna pelajaran secara baik.
  2. Akibat prestasi belajar yang rendah, pengaruh keluarga, atau karena pengaruh teman sebaya, kebanyakan Anak PS selalu ketinggalan pelajaran dibandingkan teman-teman sekelasnya.
  3. Kegiatan belajar di rumah tidak tertib, dan tidak disiplin, terutama karena tidak didukung oleh upaya pengawasan dari pihak orang tua.
  4. Perhatian terhadap pelajaran kurang dan mulai didominasi oleh kegiatan lain yang ada hubungannya dengan pelajaran.
  5. Kegiatan bermain dengan teman sebayanya meningkat pesat.

Menurut Suyanto dan Darmaningtyas faktor Penyebab Anak PS sendiri sudah tentu bermacam-macam. Namun demikian, berbagai studi seringkali menemukan bahwa keterlibatan anak-anak di usia sekolah untuk turut membantu orang tua mencari nafkah akan cenderung mempersempit kesempatan anak untuk menikmati pendidikan secara penuh. Tidak saja sekadar kegiatan belajar di sekolah tetapi juga kesempatan belajar di rumah. Termasuk membaca buku pelajaran dan menerjakan PR.

Sebenarnya tidak selalu Anak PS dari keluarga miskin cenderung putus sekolah. Itu hanya faktor dari orang tuanya saja. Karena orang tua tidak memiliki uang untuk membiayai si anak.

B.     AKIBAT ANAK PUTUS SEKOLAH

Akibat dari Anak PS putus sekolah adalah munculnya tekanan dari orang tuanya karena faktor keluarga yang ekonominya rendah. Sebenarnya telah disebutkan dan diakui bahwa anak-anak pada hakikatnya berhak untuk memperoleh pendidikan yang layak, dan mereka seyogianya tidak terlibat dalam aktivistas ekonomi secara dini. Namun demikian, akibat tekanan kemiskinan, kurangnya animo orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi si anak, dan sejumlah faktor lain, maka secara sukarela maupun terpaksa anak menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga yang penting.

Menurut Johannes Muller kemiskinan dan ketimpangan struktur institusional adalah variabel utama yang mengakibatkan kesempatan masyarakat terutama Anak PS karena untuk memperoleh pendidikan menjadi terhambat.

Akibat tekanan kemiskinan dan latar belakang sosial orang tua yang kebanyakan yang kurang berpendidikan. Didaerah pedesaan Anak PS relatif ketinggalan dibandingkan dengan teman-temannya yang kain dan tak jarang pula mereka kemudian putus sekolah di tengah jalan. Karena orang tuanya tidak memiliki biaya yang cukup untuk menyekolahkan anak mereka.

Berbeda dengan anak-anak dari kalangan atas yang ekonominya mapan dan terpelajar. Di mana sejak kecil mereka sudah didukung oleh fasilitas belajar yang memadai. Anak-anak dari keluarga miskin di daerah pedesaan umumnya hanya memiliki fasilitas yang pas-pasan, dan yang paling memprihatinkan adalah orang tua si anak biasanya bersikap acuh tak acuh pada urusan sekolah anaknya.

Sehingga Anak PS tidak bisa merasakan bahwa sekolah itu memang penting bagi masa depannya. Jika Anak PS tidak bisa sekolah lagi itu akan memberatkan Anak PS, karena Anak PS akan semakin bodoh tidak akan semakin pintar lagi. Berbeda jika Anak PS akan melanjutkan sekolahnya pasti mereka akan berusaha belajar dari nol agar mereka bisa pintar kembali.

Karena pendidikan itu paling pengting untuk Anak PS kalau Anak PS tidak bisa melanjutkan sekolahnya kembali, masa depannya akan suram. Sehingga Anak PS tetap melanjutkan sekolahnya. Dengan tidak memiliki bekal pendidikan Anak PS tidak akan bisa mencari pekerjaan di masa mendatang.

C. PENANGANAN ANAK PUTUS SEKOLAH

Faktor utama untuk penanganan Anak PS yaitu dengan memberi bantuan beasiswa kepada Anak PS, terutama kepada anak yang dari kalangan keluarga yang ekonominya sangat rendah. Dengan memberikan beasiswa Anak PS ini bisa bersekolah lagi seperti teman-temannya yang masih sekolah.

Ada baiknya jika Dinnas P&K untuk kasus tersebut memberikan otoritas kepada Kepala Sekolah agar secara fleksibel dapat mengatur jadwal belajar yang disesuaikan dengan irama musim dan kepadatan kegiatan bekerja anak-anak miskin di pedesaan. Cara ini, dari segi tata tertib dan disiplin sekolahbarangkali tidak terlalu tepat.

Namun, bagaimanapunjuga harus diakui bahwa hal ini merupakan langkah yang paling baik untukmenyiasati ketinggalannya Anak PS yang sehari-harinyaterpaksa menanggung beban ganda, yaitu bekerja sambil sekolah atau sekolah sambil bekerja.

Sehingga Anak PS bisa mendapatkan pelajaran sepaerti dulu lagi, dan Anak PS ini bisa merasakan bangku sekolah lagi, yang sudah lama mereka tinggalkan akibat orang tua tidak memiliki biaya untuk mereka sekolah. Dengan adanya beasiswa ini sangat penting bagi Anak PS ini, karena dengan beasiswa Anak PS bisa melanjutkan sekolahnya. Dan Anak PS ini akan mendapatkan pendidikan yang baik, setelah mereka putus sekolah.

Anak PS ini pasti akan merasa senang jika mereka bisa sekolah lagi. Karena Anak PS hanya ingin agar mereka bisa bersekolah untuk menuntut ilmu dan pandai. Disamping itu, juga memberikan lapangan pekerjaan untuk orang tuanya. Agar orang tua si anak bisa bekerja. Sehingga mereka bisa mendapatkan uang untuk anaknya.

Dengan adanya lapangan pekerjaan ini Anak PS akan bisa sekolah lagi seperti dulu. Jadi orang tua harus bisa memanfaatkan lapangan pekerjaan ini agar bisa bekerja untuk membiayai sekolah anaknya. Selain itu gajinya bisa buat membiayai sekolah anaknya, uangnya juga bisa dipakai buat kebutuhan sehari-hari.

Kedua, penanganan siswa yang bermasalah, khususnya siswa yang memiliki prestasi belajar yang relatif rendah atau buruk disekolah, dan apalagi buat siswa yang pernah tinggal kelas. Banyak bukti yang memperlihatkan bahwa siswa yang tinggal kelas lama kelamaan akan sering membolos, membentuk jarak yang makin jauh dengan guru dan sekolah. Dan akhirnya putus sekolah atau dengan kata lain DO.

Untuk mencegah agar Anak PS tidak DO, sebelumnya mereka harus sudah ditangani sedini mungkin. Sebenarnya bisa berupa perhatian khusus dari pihak guru dan sekolah.Tetapi di sisi lain juga bisa memanfaatkan dukungan dari lembaga-lembaga dan forum di tingkat lokal yang sekitarnya dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiatan belajar anak-anak rawan DO itu secara lebih personal dan khusus.

Misalnya mengadakan pengajian setiap hari diadakan di Mushola sekolah. Karena setelah belajar agama, kemudian dapat disusul dengan kegiatan belajar pelajaran umum di bawah pengawasan guru-guru setempat, Remaja Karang Taruna, atau Remaja Masjid yang telah lebih dulu lulus di jenjang pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s